Fenomena Dinamika Penegakan Hukum Antarlembaga, Afrizal: Presiden Perlu Memastikan Kepercayaan Publik Tetap Terjaga
Medan, poindonews.com | Dinamika penegakan hukum yang melibatkan aparat dari institusi penegak hukum belakangan ini menjadi perhatian masyarakat. Berbagai proses hukum yang berjalan menunjukkan adanya langkah-langkah penegakan hukum yang semakin terbuka, sekaligus memunculkan beragam pandangan di ruang publik mengenai arah dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Rumah Solusi Indonesia (RSI), Afrizal, menyampaikan bahwa masyarakat tentu berharap setiap proses hukum dijalankan secara profesional, transparan, dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut Afrizal, munculnya berbagai penindakan yang melibatkan aparat dari institusi penegak hukum tidak seharusnya dipandang sebagai ajang persaingan antarlembaga. Ia menilai seluruh proses hukum perlu ditempatkan dalam kerangka pemberantasan pelanggaran hukum demi kepentingan bangsa dan negara.
"Publik tentu memiliki beragam persepsi terhadap dinamika yang sedang terjadi. Ada yang melihatnya sebagai bentuk penguatan pengawasan antarpenegak hukum, ada pula yang mempertanyakan berbagai kemungkinan di balik fenomena tersebut. Apa pun pandangannya, yang terpenting adalah seluruh proses harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan dilakukan secara profesional," ujar Afrizal.
Ia juga mengapresiasi keberanian aparat penegak hukum dalam mengusut perkara-perkara yang dinilai memiliki dampak besar bagi kepentingan publik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat supremasi hukum apabila dilaksanakan secara objektif, independen, dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Afrizal berharap Presiden dapat terus memberikan perhatian terhadap penguatan koordinasi antarlembaga penegak hukum agar setiap institusi tetap menjalankan tugas sesuai kewenangannya serta menjaga sinergi dalam mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan.
"Presiden memiliki peran penting dalam memastikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum tetap terjaga. Sinergi antarlembaga menjadi faktor penting agar fokus utama tetap pada pemberantasan tindak pidana, bukan pada munculnya persepsi adanya konflik antarinstitusi," katanya.
Lebih lanjut, Afrizal mengajak masyarakat untuk memberikan ruang bagi aparat penegak hukum bekerja sesuai mekanisme hukum yang berlaku serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari terciptanya rasa keadilan, kepastian hukum, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
"Harapan kita bersama adalah setiap dugaan pelanggaran hukum, khususnya perkara-perkara yang berdampak besar bagi masyarakat, dapat diungkap secara tuntas dengan tetap mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas," tutup Afrizal.






