BC Sinaga Apresiasi Kapolres Madina Grasstrack Cup 2026, Dinilai Jadi Panggung Pembinaan Atlet dan Penyaluran Energi Positif Pemuda

BC Sinaga Apresiasi Kapolres Madina Grasstrack Cup 2026, Dinilai Jadi Panggung Pembinaan Atlet dan Penyaluran Energi Positif Pemuda

Mandailing Natal, poindonews.com | BC Sinaga Apresiasi Kapolres Madina Grasstrack Cup 2026, Dinilai Jadi Panggung Pembinaan Atlet dan Penyaluran Energi Positif Pemuda, yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, sebagai ajang strategis untuk membentuk mental kompetisi, menyalurkan bakat, sekaligus menekan praktik balap liar di kalangan generasi muda. Event otomotif tersebut dinilai bukan hanya hiburan adrenalin, tetapi ruang pembinaan yang nyata dan terarah.

Tokoh muda Mandailing Natal, BC Sinaga, menyatakan kejuaraan grasstrack yang dikemas secara resmi dan terorganisir menunjukkan kepedulian aparat terhadap perkembangan olahraga otomotif yang tumbuh pesat di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehadiran event ini menjadi bukti bahwa hobi dan potensi anak muda bisa diarahkan ke jalur yang aman, kompetitif, dan berprestasi.

Ia menegaskan, perlombaan di lintasan resmi memberi ruang bagi pembalap muda untuk berkembang dengan aturan dan standar keselamatan, bukan lagi menyalurkan keberanian di jalan umum yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Ajang seperti ini sangat penting. Ini bukan sekadar tontonan, tetapi wadah pembinaan. Anak-anak muda yang punya bakat balap bisa menunjukkan kemampuan di trek resmi, dengan aturan jelas dan pengawasan ketat,” ujar BC Sinaga.

Menurutnya, selama ini banyak talenta balap di daerah yang muncul secara alami namun minim akses ke kejuaraan resmi. Dengan adanya Kapolres Madina Grasstrack Cup 2026, peluang atlet lokal untuk naik kelas dan dikenal lebih luas menjadi semakin terbuka.

BC Sinaga juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kepolisian, panitia pelaksana, komunitas otomotif, dan pemerintah daerah dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sinergi lintas unsur dinilai menjadi fondasi agar event tidak sekadar ramai peserta, tetapi juga berkualitas dalam pelaksanaan.

Ia menilai dampak kegiatan juga terasa pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat. Setiap event besar, kata dia, selalu memicu perputaran ekonomi lokal, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga penginapan.

“Efeknya berantai. Masyarakat ikut merasakan manfaat. Pedagang bergerak, komunitas hidup, interaksi sosial tumbuh. Ini nilai tambah yang tidak bisa diabaikan,” katanya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa olahraga otomotif memiliki risiko tinggi sehingga standar keselamatan tidak boleh ditawar. Kelayakan motor, perlengkapan pelindung pembalap, kesiapan marshal lintasan, serta dukungan tim medis harus menjadi prioritas utama penyelenggara.

BC Sinaga berharap Kapolres Madina Grasstrack Cup tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi kalender tetap kejuaraan otomotif daerah yang konsisten dan berjenjang, sehingga mampu melahirkan pembalap berprestasi hingga tingkat nasional.

“Kalau dilaksanakan rutin dan profesional, ini bisa menjadi ikon olahraga otomotif Madina. Dari lintasan daerah bisa lahir atlet yang membawa nama wilayah ke level lebih tinggi,” ucapnya.

Ia juga mengajak para pemuda dan komunitas motor menjadikan kejuaraan tersebut sebagai momentum memperkuat sportivitas, disiplin, dan persaudaraan dalam kompetisi. Menurutnya, kemenangan sejati dalam olahraga bukan hanya soal podium, tetapi tentang karakter dan kepatuhan terhadap aturan.

Ajang Kapolres Madina Grasstrack Cup 2026 diikuti berbagai kelas perlombaan, dari pemula hingga kategori open. Antusiasme peserta dan komunitas otomotif terlihat tinggi menjelang pelaksanaan, menandakan besarnya minat serta potensi olahraga bermotor di daerah tersebut.

(Dodi Rikardo Sembiring)