Plt. Presma Univa Labuhanbatu Sesalkan Keputusan PB Al Washliyah Terkesan Nepotisme
Rantauprapat, Jum'at (19/09/2025). Belum lama ini, Pengurus Besar (PB) Al Jam'iyatul Washliyah mengangkat Raja Fanny Fatahillah, S.S., M.Si sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu, dengan Surat Keputusan Nomor : Kep-531/PB-AW/XXII/IX/2025 tertanggal 15 September 2025 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PB Al Washliyah dan Sekretaris.
Pengangkatan itu menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Univa Labuhanbatu.



Kepada Media poindonews.com , Plt. Presiden Mahasiswa, Muhammad Alfi Syahri menyangkan keputusan PB Al Washliyah yang terkesan sarat akan kepentingan.
"Tanggal 15 kemarin PB Al Washliyah mengangkat Plt. Rektor Univa, kami menduga keputusan itu sarat kepentingan bang, padahal jabatan Rektor Univa Bapak Basyarul Ulya itu tinggal menunggu bulan akan berakhir", ungkapnya kepada media saat ditemui di Jl. Kartini Rantauprapat, pada Jum'at (19/10/2025) malam.
Alfi juga menduga pengangkatan itu terkesan dipaksakan dan mengarah kepada Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), sebab Plt Rektor yang diangkat itu merupakan anak kandung Ketua Umum PB Al Washliyah.
"Keputusan itu kami nilai terkesan dipaksakan bang bertentangan dengan Statuta Kampus dan sesuai mekanisme, dan SK Bapak Basyarul Ulya itu masih berlaku hingga November ini, dan sepengetahuan kami Plt yang diangkat itu adalah Sekretaris ISARAH Pusat dan juga anak kandung dari Ketua Umum PB Al Washliyah", tegasnya.
Lebih lanjut Alfi menghimbau agar PB Al Washliyah untuk lebih bijaksana dalam menyikapi dinamika yang terjadi di Univa Labuhanbatu saat ini.
"Kami menghimbau agar PB Al Washliyah bijak dalam menyikapi hal yang terjadi saat ini, sebab kampus Univa itu adalah milik umat bukan milik PB, dan yang menjadi korban bila persolan ini panjang adalah kami Mahasiswa", tegasnya.
Alfi juga mengingatkan agar PB Al Washliyah tidak melupakan dinamika yang terjadi di Univa Labuhanbatu delapan tahun silam akibat ketidak tegasan dari PB Al Washliyah.
"Delapan tahun silam Univa Labuhanbatu pernah pernah melalui dinamika panjang bahkan demonstarasi besar-besaran terjadi akibat ketidak tegasan PB Al Washliyah dalam bersikap, dan yang menjadi korban saat itu adalah mahasiswa, dan kami pastikan mahasiwa tidak akan tinggal diam bila PB Al Washliyah terlalu dalam mencampuri kampus umat ini", tegasnya.
Editor : Biro Labuhanbatu






