Puluhan Mahasiswa Geruduk Dinas PUPR Tapsel, Pertanyakan 2 Pekerjaan Addendum T.A 2024 Yang Masih Mangkrak

Tapanuli Selatan, Poindonews.com | Puluhan Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Reformasi Sumatera Utara (PMR - SUMUT) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas PUPR Tapanuli Selatan, kamis (20/3).
Dalam orasinya PMR SUMUT Meminta Kadis PUPR Tapanuli Selatan agar mengevaluasi kinerja PPK pekerjaan PEMBANGUNAN RAMBIN DESA PURBA NAULI KEC. Angkola Muaratais dan PENINGKATAN JALAN SMP SIBULELE MUARA Kec. Batang Angkola T.A 2024, dimana pekerjaan tersebut hingga hari ini (20/2/2025) belum juga selesai dikerjakan. Mereka juga mempertanyakan status kontrak 2 paket pekerjaan tersebut.
Dalam orasinya sekretaris PMR SUMUT mengatakan bahwa mereka telah menemukan beberapa indikasi kecurangan yang diduga dilakukan oleh PPK dan Rekanan dalam pekerjaan ditubuh dinas PUPR, yang jelas dalam pekerjaan tersebut sudah melewati masa kontrak pekerjaan. Tapi sehingga saat ini 2 Pekerjaan tersebut masih berjalan.
Aksi unjuk rasa ini adalah untuk ketiga kalinya dilakukan menuntut hal serupa, tapi massa aksi tidak mendapat respon dari dinas PUPR Tapanuli Selatan, ungkap ketua PMR SUMUT, Fery Siregar.
"Kami merasa kecewa karena disaat kami melakukan aksi unjuk rasa Jilid III tidak ada kepala Dinas sebagai pimpinan di tubuh Dinas PUPR Tapsel tidak berani untuk menanggapi kami, dengan dalih kepala Dinas PUPR selalu melakukan perjalanan Dinas." Ungkap Ketua PMR SUMUT.
Dalam hal ini kami sangat menyayangkan Kepala Dinas PUPR yang anti dengan kritikan, Kami menganggap bahwasanya Kepala Dinas PUPR tidak mampu dalam menjalankan amanah serta tidak mampu bertanggungjawab dalam keberlangsungan pembangunan infrastruktur di Tapanuli Selatan
PMR SUMUT berjanji akan terus memantau perkembangan dugaan Kecurang ini dan berharap adanya transparansi dari pihak PUPR dalam 2 pekerjaan pada T.A 2024 tersebut dan juga berencana segera melaporkan temuan mereka kepada penegak hukum.