Khutbatul Arasy : Tanda Resmi Dimulainya Tahun Ajaran Baru di Pesantren

Khutbatul Arasy : Tanda Resmi Dimulainya Tahun Ajaran Baru di Pesantren

Rantauprapat, 24 Juli 2025, Pondok Pesantren Darus Sholihin menggelar acara tahunan Khutbatul Arsy sebagai penanda resmi dimulainya kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan meriah di lapangan utama pesantren, dihadiri oleh seluruh santri, dewan guru, serta para tamu undangan dari tokoh masyarakat dan alumni.

Khutbatul Arsy merupakan tradisi pesantren yang memiliki makna mendalam. Secara harfiah, khutbah ini merupakan pidato atau orasi utama dari pimpinan pesantren untuk menyampaikan arah kebijakan, nilai-nilai pesantren, dan visi pendidikan ke depan. Kegiatan ini juga menjadi penguat spiritual dan moral bagi seluruh santri/wati, khususnya santri/Wati baru.

Dalam pidatonya, Pimpinan Pesantren Al Ustadz Muhammad Tholib MPd menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus perubahan zaman. Beliau mengajak para santri untuk menjadikan pesantren sebagai tempat menempa ilmu, membentuk akhlak, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Santri bukan hanya belajar ilmu, tapi belajar menjadi manusia. Di sini, kita dididik untuk hidup dengan ilmu, akhlak, dan keberanian menghadapi tantangan zaman,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Selain orasi pimpinan, acara Khutbatul Arsy juga diwarnai berbagai penampilan dari para santri, seperti atraksi baris-berbaris, seni bela diri pencak silat, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta parade budaya nusantara yang menggambarkan keberagaman asal santri. Kegiatan ini memperlihatkan semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen pesantren.

Bagi santri baru, acara ini menjadi momen penting yang menandai secara simbolik bahwa mereka telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar pesantren. Setelah mengikuti masa orientasi, Khutbatul Arsy menjadi titik awal perjalanan mereka menuntut ilmu, memperkuat niat, serta membangun kedisiplinan dan tanggung jawab.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa bersama sebagai bentuk harapan agar tahun ajaran baru ini berjalan dengan penuh berkah, semangat, dan keberhasilan dalam mendidik generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Kontributor : Mhd. Zuhri Ritonga